![]() |
Ini adalah artikel ketiga dari seri artikel mengenai jaringan GSM. Artikel membahas mengenai handoff procedure pada jaringan GSM.
|
Handover
Handover merupakan fungsionalitas dasar dari sebuah jaringan GSM. Handover memungkinkan MS tetap terhubung ke jaringan dalam keadaan idle maupun sedang melakukan panggilan meski posisi MS berpindah-pindah (mobile). Hal ini sesuai dengan tujuan utama GSM; memberikan layanan kepada pelanggan untuk dapat melakukan/menerima panggilan dimana saja (Thomsen & Manggaard, 2003).
Sasaran prosedur handover adalah memindahkan data dan kanal kontrol dari BSC yang terhubung dengan MS ke BSC lainnya pada jaringan (Oliveira, 2003).
Klasifikasi handover
Pengambilan keputusan dari handover ditentukan oleh jenis handover-nya. Ada beberapa jenis handover berdasarkan tipologi (Bianchi), yaitu :
-
Internal handover : Intracell dan inter-BTS (intra BSC)
-
Eksternal handover : Inter-BSC (intra-MSC) dan inter-MSC

Gambar 1 : Jenis-jenis handover (Nokia Corporation, 2003)
Selain berdasarkan tipologi, handover juga dapat diklasifikasikan berdasarkan motivasi (Bianchi), yaitu:
- Rescue handover
Muncul karena penurunan kualitas kanal radio
- Confinement handover
Meminimalisir interferensi radio
- Traffic handover
Muncul karena beban traffic. Dikenal juga dengan istilah load-balancing
Prosedur handover dilakukan berdasarkan kriteria, yaitu: (Nokia Corporation, 2003)
-
Interference, UL and DL
-
Bad C/I ratio
-
Uplink quality
-
Downlink quality
-
Uplink level
-
Downlink level
-
Distance
-
Rapid field drop
-
MS speed
-
Better cell
-
Good C/I ratio
-
PC: lower quality/level thresholds (DL/UL)
-
PC; upper quality/level thresholds (DL/UL)
Prosedur handover
Pada sub-bab ini, prosedur handover yang dimaksud adalah proses handover pada kasus handover inter-BSC. Prosedur dimulai dari MSC menerima handover request dari BSC lama (langkah 1.a pada gambar 2) dan meneruskannya ke BSC baru (langkah 1.a). BSC baru menginisiasi handover dengan mengirimkan handover command ke MS lewat BSC lama (langkah 2) dan sebelumnya mengirimkan pesan ke BTS baru untuk menerima MS (langkah 1.b). Handover command berisi parameter yang memungkinkan MS mengalokasikan kanal radio dari BSC. Ketika mengirim perintah ini, BSC lama menahan semua transmisi kecuali transmisi untuk RR. MS melakukan disconnect pada kanal radio lama dan memulai koneksi pada kanal radio lama dengan mengirimkan handover burst pada BSC baru (langkah 3) untuk proses sinkronisasi. Ketika semua koneksi baru telah selesai dibangun, MS mengirimkan handover complete ke jaringan via BSC baru (langkah 4) dan transmisi yang di-suspend sebelumnya oleh BSC lama diteruskan ke MS lewat BSC baru. Koneksi lama dari BSC lama akan dilepaskan. Demikian prosedur handover inter-BSC.

Gambar 2 : Prosedur Handover (Oliveira, 2003)
(Bersambung…)
Daftar Pustaka
Bianchi, G. (n.d.). GSM – Switching & Mobility. Retrieved December 24, 2008, from http://www.tti.unipa.it/mat_bianchi/rm/05.pdf
Nokia Corporation. (2003). Extended Planning Introduction (Training Document). Nokia Corporation.
Oliveira, C. (2003). GSM System – Handover. New University of Lisbon, Computer Science Department, Caparica.
Thomsen, J. M., & Manggaard, R. (2003, January). Analysis of GSM Handover using Coloured Petri Nets. Dipetik Juni 20, 2008, dari Department of Computer Science University of Aarhus: http://www.daimi.au.dk/CPnets/publ/thesis/ThomJen2003.pdf













0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
You must be logged in to post a comment.