Mari berbagi

Stetoskop

May 9, 2008 · Leave a Comment

Jantung pada dasarnya adalah suatu pompa ganda yang menghasilkan tekanan pendorong agar darah mengalir melalui sirkulasi paru dan sirkulasi sistemik. Gangguan fungsi katup menimbulkan aliran darah yang turbulen, yang terdengar sebagai murmur (bising) jantung. Dua bunyi jantung utama dalam keadaan normal dapat didengar dengan stetoskop selama siklus jantung. Stetoskop yang lazim digunakan adalah stetoskop akustik. Permasalahan dengan akustik stetoskop adalah tingkatan suara sangat rendah, menimbulkan kesulitan dalam diagnosa. Untuk mengatasi masalah ini, stetoskop elektronik dapat dijadikan sebagai sebuah solusi alternatif dalam diagnosa detak denyut jantung.

Siklus jantung terdiri dari 3 kejadian penting:

  1. pembentukan aktivitas listrik sewaktu jantung secara otoritmis mengalami depolarisasi dan repolarisasi
  2. Aktivitas mekanis yang terdiri dari periode sistol (kontraksi dan pengosongan) dan diastole (relaksasi dan pengisian) berganti-ganti, yang dicetuskan oleh siklus listrik yang berirama.
  3. Aliran darah melintsi bilik-bilik jantung, yang dientukan oleh pembukaan dan penutupan katupkatup akibat perubahan tekanan

Gangguan fungsi katup menimbulkan aliran darah yang turbulen, yang terdengar sebagai murmur (bising) jantung. Katup abnormal dapat bersifat stenotic dan tidak membuka sempurna atau insufisien dan tidak menutup sempurna.

Dalam menganalisa denyut jantung, instrumen medis yang lazim digunakan adalah stetoskop. Stetoskop akustik yang paling umum digunakan, dan beroperasi dengan menyalurkan suara dari bagian dada melalui tabung kosong berisi-udara ke telinga pendengar. Bagian chestpiece biasanya terdiri dari dua sisi yang dapat diletakaan di badan pasien untuk memperjelas suara; sebuah diaphgram dan bell. Bila diaphgram diletakkan di pasien, suara tubuh menggetarkan diaphgram, menciptakan tekanan gelombang akustik yang berjalan sampai ke telinga pendengar. Bila bell diletakkan di tubuh pasien, getaran kulit secara langsung memproduksi gelombang tekanan akustik yang berjalan ke telinga pendengar. Bell menyalurkan suara frekuensi rendah, sedangkan diaphgram menyalurkan frekuensi suara yang lebih tinggi. Permasalahan dengan akustik stetoskop adalah tingkatan suara sangat rendah, menimbulkan kesulitan dalam diagnosa. Untuk mengatasi masalah ini, stetoskop elektronik dapat dijadikan sebagai sebuah solusi alternatif dalam diagnosa detak denyut jantung.

Categories: Uncategorized
Tagged: ,

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

You must be logged in to post a comment.